Tags

, , , , , , , ,

Pewayangan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari budaya bangsa hasil karya para Empu dan Pujangga serta merupakan khazanah peninggalan kebudayaan bangsa. Wayang mengandung unsur – unsur filosofis, budi pekerti yang perlu di sampaikan kepada generasi muda penerus cita-cita bangsa.

Seni  dekoratif yang merupakan ekspresi kebudayaan nasional. Disamping merupakan ekspresi kebudayaan nasional juga merupakan media pendidikan, media informasi, media hiburan.

Wayang merupakan media pendidikan karena ditinjau dari segi isinya, banyak memberikan ajaran-ajaran kepada manusia sebagai anggota masyarakat. Jadi wayang dalam media pendidikan terutama budi pekerti, besar sekali peranannya. Oleh karena itu wayang perlu dilestarikan, dikembangkan.

Wayang menjadi media informasi, karena dari segi penampilannya, sangat komunikatif di dalam masyarakat. Dapat dipakai untuk memahami suatu tradisi, dapat dipakai sebagai alat untuk mengadakan pendekatan kepada masyarakat, memberikan informasi mengenai masalah – masalah kehidupan dan segala seluk beluknya.

Wayang sebagai media hiburan, karena wayang dipakai sebagai pertunjukan di dalam berbagai macam keperluan sebagai hiburan.

Jelas wayang dapat dipakai sebagai sarana pendidikan terutama pendidikan mental, karena didalamnya banyak tersirat unsur – unsur pendidikan mental dan watak.

Untuk membangun manusia seutuhnya, pembangunan mental dan karakter adalah penting sekali. Oleh karena itu pengenalan nilai wayang, terutama wayang kulit purwa yang banyak orang mengatakan bahwa wayang adalah kesenian klasih yang adi luhung, perlu digalakkan.

Di Indonesia dikenal berbagai macam wayang :

  1.  Wayang purwa juga disebut wayang kulit karena terbuat dari kulit lembu. Penyaduran sumber cerita dari Ramayana dan Mahabaratha ke dalam Bahasa Jawa Kuna dilakukan pada zaman Raja Jayabaya. Pujangga yang terkenal pada waktu itu Empu Sedah, dan Empu Panuluh serta Empu Kanwa. Sunan Kalijaga, salah seorang walisanga (Demak, abad XV) adalah orang yang pertama kali menciptakan wayang dengan bahan dari kulit lembu. Dalang walang kulit yang terkenal misalnya Ki Nartosabdo, Ki Haji Anom Suroto, Ki Timbul Hadiprayitno, dll.
  2. Wayang Golek banyak orang menyebut juga wayang tengul. Wayang ini terbuat dari kayu dan diberi baju seperti manusia. Sumber cerita diambil dari sejarah, misalnya cerita Untung Suropati, Batavia, Sultan Agung, Banten, Trunajaya, dll. Cerita Wayang Golek juga dapat mengambil dongeng 1001 malam dari Negara Arab. Pementasan wayang golek tidak menggunakan kelir / layar seperti wayang kulit.
  3. Wayan Krucil terbuat dari kayu, bentuknya sama dengan wayang kulit. Banyak orang menamakan juga wayang klithik. Menceritakan riwayat Damarwulan dan Maapahit. Untuk menancapkan wayang klitik, tidak memakai batang pisang seperti wayang kulit, tetapi menggunakan kayu yang diberi lubang-lubang.
  4. Wayang Beber terbuat dari kain atau kulit lembu yang berupa beberan. Tiap beberan merupakan stu adegan cerita. Bila sudah tidak dimainkan, beberan itu digulung lagi. Wayang beber dibuat pada zaman Majapahit.
  5. Wayang Gedog bentuknya hampir sama dengan wayang kulit. Sumber ceritanya diambil dari cerita-cerita Raja di tanah Jawa.Seperti Banten, Singosari, Mataram, Kediri, dll. Wayang Gedog sekarang hampir tidak ada. Kita hanya dapat menjumpai di Musium, dibuat pada tahun 1400an.
  6. Wayang Suluh pementasan wayang suluh biasanya bertujuan untuk penerangan masyarakat. Wayang ini tergolong wayang modern. Terbuat dari kulit dan gambarnya seperti orang (manusia) sekarang. Wayang sulluh juga diberi pakaian seperti layanya manusia. Sumber ceritanya diambil dari kisah perjuangan rakyat Indonesia melawaan penjajah.
  7. Wayang Titi / Potehi merupakan wayang Cina. Sumber ceritanya berasal dari cerita epos dari Negeri Cina. Wayang ini dapat dijumpai pementasannya di Perkampungan China atau Klenteng.
  8. Wayang Madya  diciptakan oleh K.G Mangkunegara IV pada awal abad XVII. dimana pada waktu itu beliau menerima Serat Pustakaraja Madya dan Serat Witaradya, dari R.Ng.Ranggawarsita pada tahun 1870. Buku tersebut menceritakan riwayat Prabu Aji Pamasa atau Prabu Kusumawicitra dari Negara Mamenang Kediri. Sesudah pindah ke Pengging, negeri tersebut dinamakan Witaradya. Dengan membaca buku tersebut, timbul keinginan beliau untuk menciptakan wayang, yang dapat mengisi kekosongan antara masa Wayang purwa dan masa Wayang Gedog Panji.Setelah berunding dengan R.Ng.Ranggawarsita (pemilik cerita), beliau langsung memerintahkan penciptaan wayang Madya dengan petunjuk dasar wayang Purwa. Permulaan pembuatan wayang Madya pada tahun 1872 dan selesai pada tahun 1876, dengan pembuatan wayang Prabu Wirasena. Jumlah seluruh wayang Madya ada 365 buah, disimpan dalam dua kotak dan diberi nama KYAI MADYA. Kemudian ditambah dengan buatan Kyai Trunadipa satu kotak yang dibuat tahun 1924. Gamelan yang mengiringi wayang Madya dinamakan Barang.Sumber ceritanya diambil dari cerita Pandawa setelah Perang Barathayuda, misalnya Prabu Parikesit.
  9. Wayang Orang merupakan cerita Wayang Purwa yang dipanggungkan dengan pemeran orang dewasa dan dicampur dengan sendratari, sumber ceritanya seperti halnya Wayang Purwa yaitu Ramayana dan Mahabaratha. Perkumpulan wayang orang yang terkenal, misalnya, Ngesti Pandawa ( Semarang ), Sriwedari ( Surakarta ).