Tags

, ,

Masa Depan adalah impian semua orang, akan menjadi apa kita esok di masa depan, pastinya dengan apa yang kita lakukan di masa sekarang ini akan berimbas pada masa depan kita kelak, sudah lazim dan wajar sebagai manusia pasti menginginkan kehidupan yang baik, layak, bahagia dan sejahtera bersama keluarga dan kerabat di masa depan. Namun sebagai manusia pula kita tidak dapat mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, bahkan untuk 1 detik pun. saya yakin semua orang pasti menginginkan hidup penuh kesuksesan, kebahagiaan, jauh dari kesusahan, dan semua serba mudah. Hampir seperti kehidupan di sinetron yang sudah menunggu di balik nasib buruk tokoh utama. Tapi sayang, saya ini hidup di dunia nyata yang penuh dengan lika liku.

22577_1182315238648_1414598_n

Ibarat bangunan yang tidak adanya dasar dan pondasi dalam bangunan membuat bangunan tidak kokoh bahkan tidak dapat berdiri. Sama halnya dengan membangun kehidupan jika tidak adanya rencana maka tidak ada kepastian kehidupan kita akan bahagia sesuai yang diharapkan.

Sebagai kakak tertua dari 4 bersaudara, saya sangat ingin menjadi contoh untuk adik-adik saya. Kelak, saya harus membiayai sekolah adik saya ketika orang tua sudah tidak lagi mampu. Dan pastinya, di saat kebutuhan makin mahal. Memikirkan hal itu membuat saya parno menghadapi masa depan.

Nggak jarang saya mengurung diri di kamar dan nggak produktif karena merasa tidak berguna. Tidak bisa melakukan sesuatu yang bsar untuk diri sendiri dan keluarga. Sepertinya, eksistensi diri saya dipertanyakan karena belum menghasilkan apa-apa untuk keluarga, belum lagi menghadapi kekurangan yang ada pada diri sendiri, membuat hal ini minder untuk mnemukan bagaimana masa depan. Sampai suatu hari saya bertemu dengan seorang teman yang juga anak pertama.

Ya, seperti saya, tapi kebetulan dia anak permpuan, anak pertama dari 3 bersaudara. ia menjadi tulang punggung adik-adiknya karena ayah nya sudah tiada, ia bekerja keras agar sang adik bisa terus melanjutkan sekolah, belum lagi denga kebutuhan ekonomi keluarga yang lainya, padahal ia harus berada jauh denga keluarga karena bekerja di luar kota.

Saya jadi berpikir apa yang saya lakukan dengan berlarut-larut pada keparanoid an saya tidaklah pantas. Apa yang teman saya lakukan untuk keluarganya memang besar, sesuai dengan kebutuhan dan keadaan mereka sekarang. Jika teman saya bisa berbuat seperti itu, kenapa saya tidak, heuheuhe

Saya jadi puya semacam mantra untuk menyemangati diri sendiri. Dalam bahasa jawa saya menyemangati diri sendiri

” Ayo obah ,obaho ndang gageh sing penting obah walopun sithik”

yang dalam bahasa Indonesia

Ayo bergerak, bergeraklah dengan cepat yang penting bergerak meskipun sedikit

Dari pada menuggu melakukan hal besar, saya mengawaliny dengan dan dari yang kecil terlebih dahulu. Seperti pepatah bilang

The journey of a thousand miles begins with the first step.

Masa depan yang indah tidak dapat diciptakan dengan dan dalam sekejap mata.Hemm, ngomongin masa depan engga ada matinya. Saya yakin, beberapa orang pasti pernah mengalai paranoid masa depan ini. Tapi jika hanya diam dan berpasrah diri, apalagi menerima kekurangan pada diri yang menghambat masa depan kamu, ketakutan malah makin menjadi.  Stop Dreaming Do Action !!