Tags

,

Hai Ken Dedes dimanakah engkau, tak ada lagi harum tubuh mu nan wangi, mendengar tawa canda  saat engkau gembira, menahan tangis mu saat engkau bersedih, roman wajah nan elok pun seakan sirna dalam hangat hati ini, rindu saat indah bersama, rindu belai rambut hitam halus meliuk bak keris cipta karya para empu, rindu genggam tangan mu, tak ada cerita indah tentangmu

Ken Dedes

Sendiri menanti hadir mu diantara suara selir selir Istana wahai engkau Ken Dedes, kupejamkan mata, tidur tanpa lelap bermimpi tentang mu kau jadi miliku, suara canda pun hadir walau ku sadar hanya mimpi, ku terbangun ku tersadar dari mimpi menetes air mata, namun ku bahagia hadir mu.

Hai Ken Dedes, ada deretan kata-kata dalam hati menusuk segala sukmaku
bersama dengan angan ini, yang tak kan mungkin tercapai.